Tampilkan postingan dengan label Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indah. Tampilkan semua postingan

KEPASTIAN "specially for you"

Hari ini udara hangat cerah
Hari esok nyanyian baru memberi semangat
Di bawah langit yang sama
Banyak peluang yang disemai
Akan seperti apakah hari ini
Berada di dunia luar sana
Membuat diri harus mencari
Membangun kekuatan dan keberanian


Sekalipun persoalan hadir di haribaan
Aku menanti janji matahari
Yang memberikan kehangatan pasti
Serta kemasan jalan keluar
Menunggu juga pada rintik hujan
Membentang lembaran kesejukan

Adakah cara menjauhkan ombak dari pasir
Itulah wujud setia dan pasti
Ingin kugapai rembulan cantik
Bergandeng tangan menepuk bersama
Sepasti cemara tetap menghijau
Mampu melintas diri pada empat musim kehidupan
Meletakkan pelangi di hati
Kunantikan kau hai kepastian
Sepasti janji pelangi di hatiku
Read more.....

ANAKMU Bukan Anakmu ! .::Kahlil Gibran::.

Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir
melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena
jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi
bahkan dalam mimpi sekalipun.



Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan
tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang melucur.
Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menentangmu dengan kekuasaanNya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap”.

Selamat Hari Anak 23 Juli 2008.

source;http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=9651
Read more.....

Raut Wajah Itu Lenyap

Gerimis datang, menyapu jejak basah yang baru saja ku tapaki. Daun bergerak bergeser pada keras bebatuan. Tubuh ringkih ini ku paksa berlari menembus baris-baris luka yang belum sembuh. Masih ada sorot mata kosong diujung sana, menatap ku lirih lalu menghilang pada tepian batas. Kuning sinar mentari menggambar pekat raut wajah yang cantik, namun rintik hujan menghanyutkannya, lalu menghilang..., lenyap...

Lalu kita susuri sunyi dengan gemuruh ombak pasang pada pasir, batu-batu, debu, angin, gerimis mengais katakata yang tak sempat terucap tentang rindu nelayan pada laut, rindu peziarah pada makam.Mata kita tersesat di rimba suara berabad-abad, tapi ada yang terus memanggil, lirih sesekali kita palingkan wajah, mencari tak ada, dan kita makin karam dalam keangkuhan kita sendiri,tak tahu arah kembali.

Bukan hanya kau sesaat yang punya, Namun aku akui kaulah yang berkuasa, Kau juga memiliki impian dan masa depan. Bahkan kau pun yang menentukan batas...Kadang hanya cerita dan angan Mungkin juga kenyataan Tapi semua berlalu dengan sendirinya, Pantas atau tidaknya itu tak ada artinya

Begitulah sesuatu kenyataan kehidupan, Semua punya awal dan akhir, Pengalaman pun jadi kenangan Bagai asap berlalu hiduppun selesai...
ros
Read more.....

Kukatakan Padamu

Masih sulit kau memahami bibir yang bicara dan berubahnya roman muka
Pandang mataku saat bicara lihat pipiku akan kau lihat ribuan jejakmu
Jika enggan untuk bicara diam akan katakan lebih dari maksudnya
Tentu kau tahu api sulit padam jika membara
Besarnya ombak tergantung dari angin yang mendera

Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya meneteskan air mata
Mengawali hidup dengan rasa sakit,
Menjalani hidup dengan rasa sakit, dan
Mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan,
Menjalani cinta dengan kekhawatiran, dan
Mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya
Kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencinta
Karena tiap manusia hanya mencintai dirinya

Tak perlu merasa terancam
Aku tidak sedang menodongkan cinta
Aku hanya bercermin padamu
Apa engkau takut pada kata-kata yang terganti tajamnya goresan pena
Jangan mengiba seperti tanah gersang memandang langit
Jangan takut tajamnya pena tak mengiris urat nadi

Yang jauh dari cinta membeku seperti salju dan
Yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Api menghangatkan tapi jangan terlalu dekat
Luka bakar selalu terasa menyakitkan

Menurutmu cinta adalah jawaban akhir dari segalanya
Penolakan bukan vonis mati bagi terdakwa,
Bagiku seperti kebangkitan setelah mati
Awal cerita barulah dimulai

Jika kau bersikeras anggapalah cupid membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Bila masih sulit untuk percaya,basuhlah muka, hiruplah napas dalam,dan pejamkan mata
Aku belumlah harapkan cinta
Read more.....

 

Top Komentator

Dictionary

Im'koko is proudly powered by Blogger.com |
Foto Saya
Foto Saya
Foto Saya
Foto Saya
Foto Saya